Sastra  

Tips Memilih Jodoh Yang Baik

tips-Memilih-Jodoh
tips-Memilih-Jodoh


Artikel
Memilih jodoh emang gampang-gampang susah. Gampang karena banyak
pilihan. Susah karena kadang tipikalnya ngak cocok dengan dengan minat kamu.
Pasti banyak alasan yang membuat pusing saat memilih jodoh. 

Tips Memilih jodoh Agar tidak menyesal di Masa Depan
dibuat khusus buat kamu yang masih mumet soal pilihan jodoh yang tepat. 

Nah, berikut ini
tips  memilih jodoh.

1. Kenali Lebih Lama Pribadi Calon Pasangan 

Kamu butuh waktu untuk mengenal lebih lama pribadi calon pasangan. Pokoknya
jangan buru-buru. Karena sesuatu yang buru-buru pasti hasilnya jelek. 

Kalau si dia sudah kebelet nikah dan ngak mau lama-lama, kasih aja jalan
menikah dengan orang lain. Terus lihat bagaimana sikapnya. Apakah dia mau
bertahan atau benar mau cari orang lain.  

Biasanya, kalau pasangan kamu itu tetap maksa cepat nikah dan memilih orang
lain, itu berarti kamu terselamatkan dari tipe pasangan jelek seperti dia.
Karena dari sifatnya suka buru-buru dan tidak sabaran menunggu. 

Kamu pasti akan menderita menikah dengan tipe orang seperti dia. Hidupmu bakal
sengsara. Apa-apa selalu diputuskan buru-buru. 

Mau nikah buru-buru, boleh saja. Asalkan kamu tahu persis orangnya seperti
apa. Misalnya kamu sudah kenal lebih lama tapi sebelumnya tidak pernah
berhubungan sebagai teman. 

Nah, ini sih boleh menikah cepat. Karena kamu sudah kenal lebih lama lewat
orang lain. Artinya proses mengenal memang tidak secara langsung, tetapi
temanmu sudah memberi banyak informasi. Sehingga yakinkan diri bahwa dia
layak. Bismillah saja.

2. Kenali Keluarganya dan kebiasaan Mereka 

Penting sekali mengenal keluarga calon pasangan. Karena menikah bukan soal
sepasang yang sudah menikah saja. Tetapi pernikahan yang akan dibangun nanti
akan melibatkan banyak anggota keluarga. Artinya, relasi dan aktivitas akan
meluas. Lebih khusus untuk kedua orang tua masing-masing.  

Mengenal keluarga yang dimaksud seperti apakah keluarga mereka taat beragama
atau tidak. Apakah orang tuanya ramah kepada tetangga atau lingkungan
mereka. 

Biasanya ada juga keluarga yang sangat tertutup dan tidak pernah
bersosialisasi dengan tetangganya. Kamu sendiri bisa bayangkan betapa
mengerikan hidup di lingkungan yang menutup diri dari masyarakat. Bahkan salat
berjamaah saja tidak. Kan bahaya. 

Terus gimana, kalau ada keluarga yang terlibat miras? Kalau misalnya orang
tuanya yang begitu, sebaiknya pikirkan lagi. Apakah memang bisa ditoleransi
atau tidak. 

Karena ada banyak fenomena, anaknya sudah saleh, eh bapaknya bejat. Suka bikin
maksiat. Ada juga keluarga calon pasangan amat baik, anaknya lagi yang agak
bego. Kan masalah. 

Yang jelas, mengenal keluarga adalah salah satu ikhtiar mengenal juga calon
orang tua baru kita.  

Kalau misalnya, kamu mengenal baik pasanganmu itu cocok dan sudah bagus
pribadinya, kekurangan mungkin pada orang tuanya, mungkin bisa
dipertimbangan. 

Dengan syarat anaknya tidak terlalu didominasi saat mengambil keputusan hidup.
Karena masalah besar kalau sudah nikah selalu orang tua ikut campur masalah
rumah tangga. 

3. Cek Lagi Kualitas Keislaman atau agamanya

Masalah ibadah atau ketaatan kepada Allah memang penting. Meskipun ada banyak
orang bilang bahwa ibadah itu wilayah privat, tetapi untuk keputusan menikah
sebaiknya tetap melihat dari kualitas ibadahnya. 

Cara mengetahui ibadahnya gimana? 

Ya sudah, kamu bisa minta teman untuk memantau. Misalnya rumah calon kamu
dekat dengan masjid. Lalu kamu suruh temanmu yang paling dipercaya untuk
memantau. 

Setidaknya cek waktu subuh, dia ke masjid atau tidak. Kalau tidak, berarti
kualitas ibadahnya kurang. Apalagi dalam seminggu tak pernah kelihatan di
masjid. Itu masalah besar. 

Kalau sama tuhan saja dia tidak taat, bagaimana dia mau taat atas perjanjian
dalam pernikahan. Pastinya akan lalai. 

Hal yang perlu kamu perhatikan bahwa banyak juga yang pura-pura saleh. Karena
ada maunya dia ingin tampil beriman. Kalau sedang jalan biasa ngajak ke
masjid. 

Padahal di rumah ngak gitu. Nah, ini harus kamu perhatikan. Biasanya firasat
perempuan paling tajam, apakah calon suami ini modus atau tidak.

4. Kenali Lingkungan Pertemanannya 

Cara lain untuk mengenal calon pasangan kamu adalah mengenal teman-temannya.
Ada pepatah bijak mengatakan, “ siapa diri anda, maka lihatlah 10 teman
terbaik anda. Itulah Anda sesungguhnya.” 

Pepatah di atas meyakinkan bahwa seekor serigala sulit berteman dengan ayam.
Pastinya dia akan berkawan sesama bangsanya. 

Pun demikian dengan manusia. Kecenderungan untuk berteman dengan orang lain
biasanya didasari faktor kebiasaan dan kesamaan pandangan. Itulah mengapa,
teman jadi gambaran siapa calon pasanganmu itu.

5. Ajaklah dia makan bersama

Biasanya hal sepele bisa memberi gambaran seperti apa pribadi seseorang.
Misalnya soal makan. Di meja makan kadang ketika lagi ramai berkumpul, ada
tipe yang suka rebutan dan memikirkan dirinya sendiri. 

Yang penting dia makan dan tidak peduli apakah orang lain akan mendapat bagian
atau tidak.

Biasanya hal bisa dideteksi di momen makan adalah rasa tamak atau rakus dalam
memenuhi kebutuhan. 

Kamu mungkin berpengalaman ketika pergi ke sebuah pesta menemukan banyak
makanan yang tersisa di atas piring. 

Itu sebetulnya adalah perilaku tamak ingin memakan semua yang ada di atas
meja, tapi perutnya tidak mampu memenuhi nafsunya. 

Jadi, untuk menguji hal ini, kamu bisa ajak calon pasangan ke pesta teman dan
perhatikan perilakunya. Kalau dia memiliki rasa malu dan mencoba mendahulukan
orang lain, maka calon pasanganmu memang baik dan tidak diburu hawa
nafsu. 

Admin pastikan, kamu akan menjadi pasangan yang beruntung menemukan orang
seperti itu.

Okey, itu saja
tips memilih jodoh
buat kamu. Admin berdoa semoga kamu menemukan jodoh yang pasti dan terbaik.
InsyaAllah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *